Cross Country Marathon [XCM]. Apa Kuat?

Beberapa waktu lalu saya ikut event gowes bareng yang diselenggarakan oleh Bike Origins yang bertajuk "Ride Origins". Sebuah event gowes cross country santai yang agendanya adalah persiapan menuju event cross country marathon (XCM) yang nantinya akan menyusul diselenggarakan. Entah seperti apa bentuknya, saya sama sekali nggak paham.

Yang hadir di kesempatan itu cuma bertiga. Saya, Aris, dan Om Gustar. Yah, namanya juga masih permulaan. Ini adalah event kedua yang digelar. Infonya juga cuma lewat Instagram Story. Masih sederhana dan belum banyak pesertanya. Tapi meski sedikit, menurut saya justru lebih seru sih. Lebih tersaring yang beneran serius dan yang cuma ikut-ikutan, karena memang arah tujuan gowes bareng ini menurut saya serius banget.

XC Marathon

Awalnya, saya sama sekali nggak tahu apa itu XC Marathon (XCM). Saya ya cuma asal ikut saja. Baru kemudian dari ngobrol-ngobrol selama perjalanan dengan Om Gustar, ternyata XCM itu adalah cabang olahraga sepeda cross country yang menempuh jarak lebih panjang dari cross country biasa. Umumnya menempuh jarak antara 50 Km sampai 160 Km. Bahkan ada beberapa event yang menempuh jarak sampai 200 Km. Saya menangkapnya sih lebih seperti event touring tapi pakai sepeda MTB XC. Wah, menarik nih!

Selama ini saya sudah beberapa kali bersepeda menempuh jarak yang cukup jauh, diatas 100 Km, tapi saya mengendarai sepeda Federal. Lebih terasa ringan, karena memang sepedanya sesuai peruntukannya. Framenya kokoh, tanpa suspensi, dan memang rutenya juga umumnya lewat jalur aspal, jadi terasa nyaman meski menempuh jarak yang cukup jauh.

Wacana event XCM ini jadi sangat menarik buat saya, karena saya jadi penasaran, bagaimana ya rasanya bersepeda jarak jauh menggunakan sepeda MTB di jalur cross country? Pasti keren dan penuh petualangan. Saya membayangkan mungkin akan seperti perjalanan saya ketika bersepeda menuju Bungbulang beberapa tahun lalu. Waktu itu saya dan 5 orang teman lain, semua menggunakan sepeda MTB, menyusuri jalur cross country antara Pangalengan sampai ke Bungbulang. Hanya saja, waktu itu total jarak yang kami tempuh cuma sekitar 48 Km, tapi waktu tempuhnya 14 jam!

Di lain waktu, Om Gustar memposting foto di akun Instagramnya. Wah, ke rute Burata nih! Tapi full gowes PP alias tanpa loading. Waduh! Ini gila sih kalau menurut standard saya. Total jarak tempuhnya 122 Km! Wah wah wah... Ini jelas bukan jarak tempuh yang normal bagi saya. Tapi justru ini yang menarik. 122 kilometer offroad. Sebuah perjalanan marathon yang saya yakin bakal menyajikan petualangan serta pengalaman pedih yang menyenangkan buat saya.

Ketagihan

Saya dari dulu ingin sekali bersepeda jarak jauh di jalur offroad. Sudah ada beberapa rute yang saya riset dan saya tandai. Berharap jika ada kesempatan nanti akan saya coba lalui. Tapi ya selama ini cuma sekedar wacana. Cuma beberapa yang sudah saya realisasikan. Dan semuanya itu rute daging semua jooww. Syahdunya maksimal! Itu yang membuat saya jadi semakin penasaran untuk mencoba rute-rute lainnya.

Perjalanan jauh selalu menarik bagi saya. Terutama bersepeda. Dan XC Marathon ini nampaknya akan jadi dunia baru yang akan mulai saya dalami sekarang ini. Sebagai pesepeda jelata yang biasanya cuma mampu menempuh jarak rata-rata 40 - 60 kilometer mencari kesyahduan, tentunya tawaran untuk menempuh sampai diatas 100 kilometer offroad pastinya sulit untuk ditolak begitu saja dong.

Sepeda

Opsi paling simpel ketika bersepeda MTB jarak jauh bagi saya selama ini adalah dengan menggunakan loading. Habiskan tanjakan, baru kemudian mulai gowes di titik tertinggi. Itu yang saya lakukan ketika ke Bungbulang, loading sampai Pangalengan, baru selanjutnya gowes. Itu juga yang saya lakukan ketika ke Burata, juga ke rute-rute lain yang melibatkan tanjakan. Kenapa? Alasan saya sih pada sepeda yang saya pakai.

Saya cuma punya 2 sepeda di rumah. Federal untuk touring (meski seringnya justru malah saya pakai untuk masuk rute gravel dan makadam juga karena memang blind ride). Dan satu lagi adalah sepeda MTB full suspensi.

Bersepeda ke rute cross country saya pakai sepeda MTB. Tapi soal jarak pastinya sangat terbatas, karena untuk menempuh jarak yang jauh pakai MTB full suspensi bagi saya sangat menyiksa dan memakan waktu. Jarak terjauh yang pernah saya tempuh menggunakan sepeda ini adalah sekitar 75 kilometer. Berani lah!

Dari informasi yang saya dapat di internet, umumnya riding XC Marathon itu menggunakan sepeda MTB Hardtail. Ini yang menggoda. Saya nggak punya sepeda hardtail. Apa saya bisa jajal rute XCM nanti? Mungkin iya, asal bukan berorientasi balapan. Gowes santai menikmati perjalanan. Mudah-mudahan bisa mengejar dan nggak menyusahkan peserta lainnya ya ☺️.

Komentar