Postingan

Kayaknya Saya Belum Butuh Sepeda Gravel

Gambar
Kata seorang temen, naik sepeda gravel itu bisa bantu kita buat gowes ke rute-rute adventure yang lebih jauh dan lebih cepet. Ah masa sih? Penasaran sama omongan temen itu, saya terus terang jadi agak kepikiran buat beli sepeda gravel euy. Wacana utama sebelumnya kan saya pengen nambah sepeda XC hardtail, sekarang jadi nambah sepeda gravel di keranjang belanja. Mulai nyari-nyari referensi sepeda gravel yang cocok. Dan cocok buat saya artinya adalah bentuknya oke, karena saya dari dulu mah mengedepankan fisik dulu, baru fiturnya, hehehe.. Tapi meski udah masuk list inceran belanja, ya nggak serta merta langsung jatuh cinta lah. Harus nyoba dulu dong.. Seenggaknya ya afirmasi dulu gitu. Ngerasain dulu gimana feelnya. Akhirnya keturutan beberapa waktu lalu, ada subscriber ngajak gowes santai, tapi pakai roadbike. Waduh, saya nggak punya roadbike jooww. Ada Federal, tapi lagi nggak bisa dipakai. Akhirnya saya dipinjami sepeda gravel. Butuh penyesuaian sih, terutama ...

30 Hari Kemudian...

Gambar
Gowes blusukan ke area perbukitan di sekitaran Pasir Jambu beberapa hari lalu nggak tahu kenapa, rasanya nggak seperti biasanya. Jantung terasa seperti kaget, dan napas juga rasanya lebih pendek dari biasanya. Mungkin ini yang bakal terjadi pada tubuh ringkih pesepeda jelata seperti saya ini ya. Seingat saya, terakhir kali saya gowes adalah di event Ride Origins #3. Setelah itu, alhamdulillah ada saja kesibukan mendadak yang harus segera diselesaikan, dan itu bikin saya harus melepas jadwal gowes rutin saya. Sekali, dua kali, eh bablas sampai 4 minggu. Beberapa rute incaran cuma jadi file GPX mentah di handphone. Rute yang belum pernah saya coba. Nah, Minggu lalu adalah kali pertama saya buat kembali gowes setelah 4 minggu libur. Rute yang saya pilih adalah rute terpendek dari beberapa rute yang sudah saya riset dan saya siapin sebelumnya. Agak kesiangan, jam 7 pagi baru berangkat dari rumah menuju ke selatan. Sarapan bubur ayam langganan di simpang Sadu, Sorean...

Butuh Sepeda Baru

Gambar
Yup. Kali ini kayaknya seriusan euy. Saya butuh sepeda baru. Dulu, awal-awal saya mulai bersepeda, pilihan sepedanya nggak banyak syarat. Yang penting punya sepeda dulu. Waktu itu saya beli Pacific Override 3.0. Sepeda full suspensi yang menurut saya kala itu sudah cukup keren. Ada suspensi depan dan juga belakang, seperti sepeda-sepeda yang sering saya lihat di Youtube dipakai untuk menerobos rute-rute perkampungan, perbukitan, dan juga jalur-jalur tanah. Sangat cocok dengan minat bersepeda saya pastinya. Tapi usianya cuma 5 bulan, keburu dicuri maling. Beberapa kali merasakan rute cross country ke jalur tanah dan perbukitan. Saya terlanjur jatuh hati sama genre ini. Sepeda pengganti berikutnya saya kembali memilih MTB XC full suspensi lagi. Kali ini ugrade dari sepeda sebelumnya, saya memilih Thrill Ricochet T120 2.0 sebagai tunggangan saya. Karena sepedanya memang lebih didesain untuk rute cross country trail, saya enjoy sekali menikmati rute-rute yang memang...

Cross Country Marathon [XCM]. Apa Kuat?

Gambar
Beberapa waktu lalu saya ikut event gowes bareng yang diselenggarakan oleh Bike Origins yang bertajuk "Ride Origins". Sebuah event gowes cross country santai yang agendanya adalah persiapan menuju event cross country marathon (XCM) yang nantinya akan menyusul diselenggarakan. Entah seperti apa bentuknya, saya sama sekali nggak paham. Yang hadir di kesempatan itu cuma bertiga. Saya, Aris, dan Om Gustar. Yah, namanya juga masih permulaan. Ini adalah event kedua yang digelar. Infonya juga cuma lewat Instagram Story. Masih sederhana dan belum banyak pesertanya. Tapi meski sedikit, menurut saya justru lebih seru sih. Lebih tersaring yang beneran serius dan yang cuma ikut-ikutan, karena memang arah tujuan gowes bareng ini menurut saya serius banget. XC Marathon Awalnya, saya sama sekali nggak tahu apa itu XC Marathon (XCM). Saya ya cuma asal ikut saja. Baru kemudian dari ngobrol-ngobrol selama perjalanan dengan Om Gustar, ternyata XCM itu adalah cabang olahraga sepeda c...

FILE GPX-NYA DONG?

Gambar
Ini dimana Om? Ini lewat mana Om? Nama daerahnya apa Om? Waduh... Ini salah satu kelemahan saya euy. Mengingat nama-nama tempat, nama daerah, apalagi lewat mana jalurnya. Itu buat saya sama seperti harus mengingat 10 nomer handphone dari orang-orang yang baru pertama kali saya temui. Nyaris mustahil bisa saya lakukan. Dari sejak awal saya bersepeda, prinsipnya sederhana saja. Bersepeda kemanapun, selama masih kuat, masih bisa dilewati sepeda, masih cukup waktu, saya jajal jalur yang ada di depan saya. Sesekali memang ya buka handphone buat sekedar mapping, lihat-lihat jalur kedepan, jalur tembusan, dll. Tapi sama sekali saya nggak memperhatikan nama daerah, nama jalan, apalagi sampai sengaja mengingat. Langsung loss blong aja.

SUNGAPAN NANTI?

Gambar
Seingat saya, mungkin sekitar 3 tahun lalu, rute ini adalah rute blusukan yang bisa dibilang extreme buat saya. Maklum, waktu itu saya mungkin baru sekitar 2-3 minggu aktif gowes secara rutin setelah lebih dari 10 tahun saya sama sekali tidak menyentuh yang namanya sepeda.