SUNGAPAN NANTI?

Seingat saya, mungkin sekitar 3 tahun lalu, rute ini adalah rute blusukan yang bisa dibilang extreme buat saya. Maklum, waktu itu saya mungkin baru sekitar 2-3 minggu aktif gowes secara rutin setelah lebih dari 10 tahun saya sama sekali tidak menyentuh yang namanya sepeda.

3 tahun berlalu. Beberapa waktu lalu saya main ke rute ini lagi. Masih terbayang jalur cross country yang khas rute ini. Jalanan aspal berbatu bercampur tanah, sedikit makadam disana-sini. Pepohonan hijau, angin sepoy di pagi hari ditemani suara gemericik aliran sungai dan juga kicauan burung-burung liar. Ah, ekspektasi yang wajar menurut saya sih, karena memang belum begitu lama juga saya lewat rute ini ketika ikut event Graventuria 2023 di awal tahun lalu.


Ternyata ekpektasi saya itu sedikit meleset. Entah untuk tujuan apa, di beberapa titik saya menemukan aktifitas pengalian tanah yang lokasinya tepat di lahan pertanian. Pembangunan rumah? Vila? Siapa yang tahu. Sekarang ini memang di banyak lokasi di daerah pinggiran seperti ini memang terlihat cukup gencar dilakukan pembangunan, entah untuk tempat tinggal atau tempat komersial. Rute Sungapan ini juga kena juga akhirnya.



Sebagai pecinta rute-rute di pelosok-pelosok perkampungan, ada perasaan "dongkol" yang saya rasakan ketika melihat realita ini. Ya gimana lagi. Cuma itu yang bisa saya reaksikan. Mau protes, protes ke siapa? Mau marah, siapa saya? Cuma bisa "dongkol" dan berharap, setidaknya "pembangunan" ini jangan terlalu cepat, jangan terlalu pesat. Saya masih mau merasakan rute syahdu dengan jalur cross country sedap yang nggak terlalu jauh dari rumah.


Rute Sungapan sekarang ini meskipun mulai tergerus pembangunan, setidaknya masih cukup banyak yang bisa dinikmati. Tapi sampai kapan? Yah, berdo'a saja. Semoga tidak terlalu pesat. Semoga tidak terlalu cepat. Supaya Sungapan nanti setidaknya nggak terlalu jauh berubah dibandingkan dengan sekarang.

Berdo'a mulai!

Komentar